Komentar Kematian

Maut adalah hal yang menakutkan, perkara yang menyeramkan, cangkir yang isinya menjijikkan. Sesungguhnya maut itu memusnahkan kelazatan, memutus kesenangan dan mendatangkan hal-hal yang dibenci. Hal yang memutuskan hubunganmu, memisahkan anggota tubuhmu, menghancurkan sendi-sendimu, pastilah perkara yang menakutkan sesuatu yang besar dan harinya pastilah hari yang besar. (al-Qurthubi)

“Tahukan kalian apa yang dikatakan maut? Tanya Umar pada kesempatan lain sambil menangis. ”Tidak, ”jawab orang-orang di sekitarnya. “Maut berkata, “Aku lumat kedua mata, aku butakan pandangan, aku lepas kedua telapak dari hasta, aku tarik kedua hasta dari pengkal lengan dan aku pisahkan kedua pengkal lengan dari pundak.”

Seandainya ada orang yang bisa menyelamatkan diri dari maut, pastilah Muhammad saw termasuk orang yang sanggup melakukannya. Akan tetapi Rasulullah saw meninggal layaknya insan biasa. Beliau merasakan kematian seperti halnya manusia pada umumnya. Beliau mengalami sakaratulmaut sebagaimana umatnya mengalaminya.

Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelum kamu (Muhammad), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal? Al-anbiya 21: 34

Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula) al-Zumar 39: 30

Saat ajal hendak menjemput Rasulullah saw dalam keadaan sekarat beliau memegang bajunya lalu menutupi wajahnya, keringat terlihat mengucur dari dahinya, lantas beliau berdoa “ Ya Allah tolonglah aku saat sakaratulmaut. “Dalam riwayat lain, beliau berdoa, Ya Allah mudahkanlah bagiku sakaratulmaut. Tiada tuhan selain Allah. Sesungguhnya, keadaan sekarat pasti menyertai maut. Nabi pun pada suatu kesempatan bersabda, “Allah melaknat orang-orang Yahudi dan Nasrani kerana mereka menjadikan kuburan para nabi mereka sebagai tempat bersujud (masjid).

Maut adalah kepastian yang tiada bisa dihindari,
Tak ada pilihan selain saat ia datang menaiki peti mati.

Suatu malam, Ali menangis tersedu-sedu sambil memegang janggutnya “Wahai dunia yang hina dina, aku menalakmu tiga kali dan aku tidak sudi rujuk kembali. Pesonamu tidak bererti, usiamu pendek dan perjalananmu membinasakan. Ah, aku ingin menyepi dari gemerlap duniawi, mengakhiri dan bersua dengan maut.

- karangan Aidh Abdullah Al-Qarni [ Kala Maut Segera Menjemput ]

JUMPA DI MASYAR

Pada manusianya tiada setia,
ALlah lah punca semuanya,
lupa-melupa t'lah terjadi pada kita,
semi ukhuwwah sebentar cuma.

pisah-memisahnya mati,
ntah hidup? ntah tidak? di hati,
sekaligus lupa pada hilangnya jasadi,
tersemat cuma di duniawi,
ingatan hilang pada sesi ukhrawi.

" selamat berjumpa di padang masyar, memegang angka giliran juta-jutaan masihi. ingatan memudar hari ke hari kerna tiada istilah sifir di akhirat sana."

KANTUNG HEARTY

"MY HEART IS FOR ALLAH, NEVER GIVING FOR OTHERS... TILL I DIE!!!"

Barang siapa mengharap pertemuan dengan Allah,maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan Allah) pasti datang.Dan Dia Yang Maha Mendengar,Maha Mengetahui " Surah Al-'Ankabut , 29:5

"Peace Palestina"

Srikandi Cintaku


Dingin malam tirai kenanganku
Menyerlahkan sekurun ingatan
Terciptalah rimba kehidupan
Percintaan dalam perjuangan

Kesetiaan sebagai bekalan
Bisikan penuh pengharapan
Tiada garis dapat memisahkan
Segalanya kudratMu Tuhan


Alam bagai mengerti
Segala yang terjadi
Embun menitis panas simpati
Pertemuan tiada awal akhir

Perutusan berdarah ku terima
Gugur kuntum di tengah halaman
Medan ini kurasakan sepi
Terpaku pilu

Ku semaikan pepohon kemboja
Yang bunganya adalah hati ku
Semadilah dalam kedamaian
Semangatku tetap bersamamu

Kan kuusung oh! jenazah cinta
Semadikan nisan kasih suci
Semangatmu tetap bersamaku
Selama pasti

Debu malam meragut kenangan
Menyedarkan dari lamunanku
Percintaan dalam perjuangan
Kau abadi Srikandi Cintaku